Friday, July 27, 2012

Kangen Ibu

Entah untuk ke berapa kalinya saya teringat ibu saya .Beliau sudah setahun berpulang ke Rahmatullah. Tepatnya 2 Juli 2011. Ibu adalah panggilan untuk ibu mertua saya. Setiap teringat beliau, saya selalu menangis, sama seperti kebanyakan anak-anak lain yang sudah kehilangan orang tuanya dan didera rasa rindu. 

Saya kenal ibu baru 15 tahun. Delapan tahun saya menjadi anak menantunya. Tujuh tahun lagi saya kenal saat saya pacaran dengan anaknya. Sosok ibu yang saya kenal dari dulu sampai beliau gak ada, adalah seperti sosok ibu-ibu rumah tangga umumnya. Berdaster di rumah, bersolek saat pengajian dan kondangan, pandai memasak (masterchef buat saya, karena selalu jadi tempat bertanya) dan pandai bercocok tanam. 

Ibu bukan lulusan sarjana, tapi bisa mencetak sarjana. Ibu bukan pekerja kantoran, tapi mampu melakukan pekerjaan yang multi tasking. Ibu bukan seorang ekonom, tapi mampu me-manage keuangan keluarga (dengan gaji suami seorang PNS dengan 6 orang anak). Ibu tidak suka membaca buku-buku filsuf, tapi setiap perkataannya mampu memberi kedamaian dan sangat bijaksana. 

Ibu sudah lama mengidap hipertensi. Kata orang kalo sudah hipertensi berbahaya jika disandingkan dengan penyakit yang lain. Sebelum beliau meninggal memang sudah bolak-balik masuk RS dengan keluhan penyakit yang berbeda. Denyut jantung lemah, pembengkakan jantung, diare berkepanjangan, sampai disaat terakhirnya mendapat vonis sakit ginjal. 


Ibu... seandainya Ibu ada di sini, ingin aku memeluk Ibu berlama-lama, ingin aku mencium pipi Ibu, ingin aku mendengar cerita-cerita Ibu di masa lalu. 

Ibu... maaf sudah membuat Ibu kelelahan menjaga anak-anak setiap aku harus lembur. Maaf sudah membuat Ibu kerepotan mengajarkan aku bumbu-bumbu dapur. Maaf sudah membuat Ibu khawatir karena kami jarang menelepon Ibu. Maafkan kami yang belum bisa membahagiakan Ibu.

Ibu... terima kasih atas semua pelajaran hidup yang kami dapatkan. Kelak kita akan bertemu lagi, di surganya Allah. Insya Allah. Amin.

Thursday, May 17, 2012

ABG Kecil

Saya punya dua ABG di rumah. Yang satu asisten RT, yang satunya lagi Rania. Yg satu umurnya 16 tahun yang satu 8 tahun. Perbedaan umur yang jauuh. Tapi gayanya sama. Rania tuh kalo liat boy band atau girl bad di TV langsung manteng di depan TV. Ampunnn deh. Semua boy band dia tahu, apalagi smash and cherrybelle mulai dari nama personil, tanggal lahir, mana yang punya pacar, siapa aja nama pacarnya, kesukaannya, sampe binatang peliharaannya, dia tahu juga. 
Kemaren waktu Suju ke Indonesia minta nonton. Saya bilang harga tiketnya 2 juta. Dia kaget, akhirnya gak minta-minta lagi. Tapi jadinya dia sibuk banget tiap hari buka youtube nyari-nyari video konsernya. Udah di tonton terus pake ngikutin joget-jogetnya di depan kaca. Diliatin saya pun dia cuek tapi malu-malu juga.
Yang paling nyebelin tuh jadwal nonton sinetron "putih abu-abu" yang gak pernah terlewat. 
Ini nurunin siapa sih ya??? 

Harus Semangat Sekolah

Pagi ini saya nemuin tulisan Rania, judulnya "Harus Semangat Sekolah". Tulisannya walaupun sederhana dan rada berantakan, tapi bisa bikin saya bangga dan bikin saya jadi terharu (hmm kalo suami liat bisa dibilang cengeng nih). Begini isinya:

"Harus Semangat Sekolah"
Semangat sekolah itu harus karna sekolah itu membuat kita menjadi pintar.
Ada sebagian orang yang mengeluh "ibu aku tidak ingin sekolah karena aku lelah bu, aku capek" itu kata orang yang hanya bermain saja tetapi anak yang tidak bisa sekolah bilang "ibu aku ingin sekolah bu, mengapa aku tidak bisa sekolah bu?" 
Jadi kita harus kasihan sama mama dan papa kita yang telah membiayai kita agar kita bisa sekolah. Jadi kita yang sekolah harus sekolah agar kita bisa mendapatkan ilmu.
Jadi yang sekolah bersyukurlah kepada Allah SWT dan kita harus mendoakan yang tidak bisa sekolah agar menjadi bisa sekolah. Amiiinnn......

Setelah membaca tulisan itu saya jadi terharu dan mengucap syukur. Alhamdulillah, dia bisa berempati sama orang lain. Semoga doamu terkabul ya nak....

Friday, November 20, 2009

Siap-siap masuk SD

Tahun depan Rania udah mulai masuk SD. Saya sering ditanya sama ibu-ibu di sekolah Rania, "rencananya Rania masuk masuk SD mana?"Saya pasti jawab, "belum tahu". Bukan karena saya males menjawab pertanyaan ibu-ibu itu, tapi memang saya belum tahu akan menyekolahkan Rania kemana. Di sekitar tempat tinggal saya, Ciledug City (biar gaya...), memang banyak SD bertebaran. Mulai dari SD Negeri di daerah Ciledugnya (wilayahnya masuk Tangerang) sampai ke daerah Joglo dan sekitarnya (masuk wilayah Jakarta Barat). Itu yg terdekat. Kalo mau agak jauhan dikit, sampai ke Kebayoran lama (masuk wilayah Jakarta Selatan). Itu baru yg SD negerinya. Kalo yg swasta, ada setidaknya 4 SDIT yg terhitung dekat sama rumah (masuk wilayah Tangerang) dan 2 SDIT yg ada di wilayah Jakarta.

Kebayang kan, dengan banyaknya pilihan sekolah membuat saya bingung harus milih yg mana. Kalo mau fair, ya semua sekolah memang harus didatangi. Tapi kan gak mungkin juga kalee. Dari sekian banyak SD negeri, yg saya sudah "incer" ada 2. Salah satunya SD Negeri Percontohan. Pertimbangannya, satu: SD negeri sekarang kan gratis, jadi apa salahnya menggunakan fasilitas yg sudah diberikan pemerintah. Dua: SD Negeri percontohan fasilitas dan sistemnya tentunya dikelola lebih baik dibanding SD Negeri lain. Tiga: Kalo bersekolah di SD Negeri tentunya Rania akan berkenalan dengan teman-teman yg lebih heterogen backgroundnya dibandingkan dengan SD swasta.

Tapi, dari sekian banyak SDIT ada satu juga yg saya "incer". Pertimbangannya, satu: SDIT pelajaran agamanya lebih banyak dibanding SD Negeri (maklum saya kurang paham ttg agama). Dua: SDIT yg saya incer, lingkungan sekolahnya baik dan murid-muridnya banyak juga yg berasal dari santri-santri yatim piatu yg dikelola oleh yayasan itu. Tiga: lokasi sekolah mudah dijangkau dari rumah. Sekali naik angkot aja.

Kalo ditanya ke Rania, saya takut dia gak objektif. Anak-anak kan cuma bisa menilai dari bagus tidaknya gedung sekolah. Dulu waktu mau masukin dia ke TK, yg dilihatnya cuma seberapa banyak mainan yg ada di sekolah. Kalo sekarang, kan gak bisa begitu. Gak bisa cuman dilihat dari gedung sekolah aja. Dia bakal ada di sekolah itu selama 6 tahun.

Saya doang yg heboh apa ibu-ibu yg lain ngerasain juga seperti saya ya???

Saturday, October 31, 2009

Keteraturan

Ada seorang ibu yang mengeluh anaknya yg sudah kelas 4 SD masih mengompol jika tidur malam. Ada juga seorang ibu yg merasa sulit mengatur tidur malam anak-anaknya. Ibu-ibu yang lain mengeluhkan anaknya yg sering jajan. Seringkali problem ini dihadapi oleh para ibu yang memiliki anak balita. Namun masalah-masalah ini dapat dikendalikan dengan memberikan disiplin sejak dini pada anak-anak.

Pendidikan disiplin bukan semata membayangkan bagaimana orang tua menerapkan aturan-aturan atau tata tertib kepada anak-anaknya. Bukan juga hanya menerapkan hukuman jika melanggarnya. Tapi disiplin adalah keteraturan. Cakupannya sangat luas, oleh sebab itu ada baiknya kita terapkan sedini mungkin pada anak-anak kita.

Pengenalan yg paling mudah adalah dengan melatih pola tidur. Pelatihan ini dapat dimulai dari sejak bayi. Bayi belum dapat membedakan siang dan malam. Mereka tidur dan bangun kapan saja mereka mau. Dan itulah tugas ibu untuk membentuk kebiasaan bagi mereka. Jangan biasakan mereka bangun terlalu lama di malam hari dan bangunkan mereka jika sudah siang hari dengan mengajaknya berjalan-jalan, main, dsb., hingga ketika tiba malam saat mereka sudah mulai mengantuk. Memang pada awalnya tidak mudah mengatur jadwal tidur bayi-bayi, tapi jika sudah terbiasa akan lebih memudahkan orang tua untuk mengatur jadwal kegiatan yg lain. Biasanya pengaturan pola tidur berhubungan dengan pengaturan pola makan dan minum susu. Oleh sebab itu, pengaturan pola makan dan minum susu juga harus dilatih dan disesuaikan dengan pola tidur.

Untuk usia 1 - 2 tahun
Pemberian disiplin yang bisa dilatih biasanya:
- Pelatihan buang air kecil, misalnya dengan mengajak anak pipis di kamar mandi pada jam-jam yg rutin setiap harinya seperti bangun tidur, pulang dari bepergian, menjelang tidur dan saat tengah malam (untuk menghindari mengompol).
- Jadwal tidur dan bermain. Pilihkan jam tidur secara cermat untuk anak, juga seberapa lama mereka butuh tidur, agar ketika terbangun kondisi mereka segar dan siap untuk bermain.
- Selalu mengenakan sandal ketika keluar rumah.
- Selalu mendahulukan tangan kanan
- Berdoa sebelum makan

Untuk usia 2 - 3 tahun
Pemberian disiplin yang bisa dilatih biasanya:
- Toilet trainning bisa semakin ditingkatkan dan biasanya anak akan memberi tahu jika ingin buang air kecil dan besar
- Menggosok gigi setidaknya dua kali sehari
- Mengembalikan mainan ke tempatnya
- Mengucapkan terima kasih
- Berdoa sebelum sesudah makan dan sebelum tidur

Untuk usia 3 - 4 tahun
Pada umur 4 tahun keahlian anak sudah mulai terasah
- Membuang sampah di tempat sampah
- Meletakkan pakaian kotor di tempat cucian
- Mandi sesuai jadwal di pagi dan sore hari
- Kebiasaan berdoa sudah mulai meningkat
- Mampu ke warung sendiri
- Jadwal jajan, misalnya hanya dibolehkan sehari sekali atau setelah mandi dsb.

Untuk usia 4 - 5 tahun
Pemberian pengaturan biasanya:
- Menyiapkan sendiri keperluan sekolah, seperti menyiapkan buku
- Tanggung jawab ringan seperti membantu membuang sampah, membereskan mainan, menyemirkan sepatu ayah, menyiram pohon dsb. PIlihkan tanggung jawab yg mereka sukai, biarkan mereka melakukannya sembari bermain-main.

Untuk usia 5 - 6 tahun
Pemberian disiplin biasanya:
- Pengenalan jadwal belajar di siang hari atau malam hari, walaupun hanya 15 menit
- Sholat subuh
- Tidur siang dan tidur malam sudah lebih ditingkatkan, karena anak sudah punya kewajiban bersekolah setiap harinya

Untuk usia 6 - 7 tahun
Sudah dapat diberikan pengaturan dalam hal:
- Jadwal mengaji
- Sholat lima waktu
- Tanggung jawab memelihara barang sendiri, seperti mencuci sepatu, tas, sepeda dan barang-barang milik mereka sendiri.

Tapi, jangan dilupakan bahwa mendisiplinkan anak-anak harus diawali oleh para orang tua. Anak-anak adalah seorang pencontek yg ulung. Apa yg mereka lihat dan mereka dengar, itulah yg akan mereka lakukan. Oleh sebab itu, para orang tua juga harus mulai mendisiplinkan diri mereka supaya terbentuk sikap keteraturan yg berkesinambungan dalam keluarga. Jadi teringat ucapan Aa Gym yg sudah terkenal, mulai dari diri sendiri, mulai dari yg kecil dan mulai dari sekarang.

Keteraturan akan menjadi sebuah kebiasaan. "Pada awalnya kita membentuk kebiasaan, lama kelamaan kebiasaanlah yg akan membentuk kita."
 

Monday, October 26, 2009

Sepedaan di Ancol

Hari Ahad kemarin, saya dan keluarga main sepeda di Ancol. Pernah denger dari kakak ipar, katanya masuk Ancol dari jam 06.00 - 09.00 cuma bayar Rp.6.000 per orang. Jadilah saya dan keluarga main sepedaan di Ancol. Berangkat jam 05.30 dari rumah. Sepeda sudah dimasukin ke mobil dan perbekalan sudah disiapin. Anak-anak yg masih pada tidur, digotong ke mobil. Sampai Ancol jam 06.00 dan langsung kita ke pantai carnavalnya. Ternyata hari itu pas banget sama acara launching Ancol Commuter, yaitu komunitas sepeda di Ancol. Wah, rame banget sama biker-biker. Udah gitu, pas juga ada penyewaan 200 buah sepeda gratis. Gratisnya cuma 1 jam, setelah 1 jam bayar sewa Rp.10.000 per jam. Gak papa lah, lumayan buat jalan-jalan mengelilingi Ancol (gak mengelilingi deng... cuma dari pantai carnaval ke McD aja). Setelah tanya-tanya gimana cara sewanya, suami pun menyewa dua buah sepeda. Dengan memberikan SIM sebagai jaminan, sepeda pun bisa kami sewa.

Jalan-jalan bersepeda di jalan raya memang ribet dan kudu hati-hati. Kalo gak, salah-salah kita di klaksonin terus sama mobil-mobil. Masih untung cuma diklaksonin, kalo diseruduk dari belakang, gimana? Apalagi mengawal anak-anak seumuran Rania dan Raya, harus ekstra pengawasan. Biasanya kami bersepeda di Sudirman -Thamrin kalo hari Ahad. Lebih lengang dan bebas.. bas..bas. Gak usah takut diklaksonin atau diseruduk mobil.

Setelah setengah jam sampai juga kami di pinggir pantai. Dengan suasana pantai yg masih sepi dan angin sepoi-sepoi, asik banget jadi tempat rekreasi sama anak-anak. Kata kakak ipar ada sunday market, itu tuh ada juga yg jual ikan, udang, cumi yg masih seger, trus ada juga tempat makan di tenda-tenda. Tapi kemaren saya gak liat. Mungkin tempatnya beda kali ya. Untung saya membawa perbekalan dari rumah, jadi bisa santai sarapan sambil menikmati suasana pantai. Mantabb...

Puas di pantai, kami balik lagi ke pantai carnaval. Mengembalikan sepeda sewaan, lumayan kata suami masih ada 20 menitan lagi, jadi gak perlu bayar tambahan sewa.

Selesai urusan sepeda, kami lihat-lihat dulu acara Ancol Commuter. Ada acara panggung yg seru dengan bagi-bagiin door prize. Karena makin siang makin panas, jam 08.30 kami pulang. Selesai sudah acara sepedaan di Ancol.

Saturday, October 24, 2009

Safari Malam

Udah lama mo ngerasain safari malam di Taman Safari, baru kesampaian sekarang.Saya sering denger cerita temen-temen gimana asiknya menikmati suasana hutan di malam hari. Akhirnya saya ngerasain juga. Safari malam dibuka mulai jam 19.00 - 21.00. Keliling dengan mobil terbuka di tengah suasana hutan, terasa seru campur deg-degan.

Turnya dimulai dari restoran rain forest, lalu naik menuju ke rumahnya binatang-binatang. Pertama kita lihat rumahnya hipo, tp karena malam jadi hipo-nya lagi bobo. Lanjut ke rumah jerapah. Menuju rumah jerapah kita ditemenin sama rusa dan antelope yg berkeliaran sepanjang jalan. Kata tour guidenya, rusa dan antelope memang nggak di kasih rumah, karena mereka bisa tidur dimana aja. Awalnya kita lihat rumah binatang-binatang yang nggak seremm. Setelah itu baru kita ngeliat rumahnya harimau dan temen-temen gengnya. Terus terang saya takuttt. Ngeri aja ngebayangin kita lewat di depan rumah harimau dengan mobil terbuka dan suasana gelap (karena lampu-lampu di mobil tur-nya dimatiin semua). Anak-anak juga takut, mungkin karena lihat saya sedikit panik (sedikit?? kalo rasanya mau keluar lompat dari mobil dan lari balik ke restoran lagi, itukan cuma sedikit panik, iya kan?!?).

Lewat di depan rumahnya harimau yg bernuansa India (mungkin karena India terkenal dengan harimau putih Benggalanya), saya gak lepas-lepas pegangan tangan sama suami. Kalo tempatnya bukan di Taman Safari mungkin saya akan dibilang romantis (huekkk...). Sambil komat-kamit saya berdoa, Ya Allah, tidurkanlah semua harimau-harimau itu. Kalo didenger suami saya mungkin dia marah-marah (udah bayar mahal cuma liat harimau tidur). Akhirnya, selesai juga nge-lewatin rumahnya harimau. Alhamdulillah.

Setelah lewat yg serem-serem, saya dan anak-anak jadi lebih enjoy menikmati suasana dinginnya hutan di kaki gunung Gede Pangrango ini. Eh, lagi asik-asiknya menikmati suasana dan penjelasan dari tour guidenya, kami dikejutkan oleh suara tembakan. Oh, ternyata kata mbak guide-nya, ceritanya ada penembak liar yg sedang berburu binatang-binatang untuk diperjualbelikan kulit ataupun gadingnya.

Abis tembak-tembakan, selesai sudah perjalanan safari malamnya. Lalu kami disuguhi penampilan akrobat Fire Dance. Wuihh... hebat banget deh orang-orang yg tampil. Bisa mainin api segitu lihainya. Seruuu...

Harga tiket masuknya kalo safari malam memang lebih mahal dibanding kalo kita ke sana siang hari. Harga tiket dibandrol Rp.75.000 dengan jam operasi dari jam 19.00 - 21.00 dan cuma buka sabtu malam aja. Udah gitu, gak bisa liat aneka permainan dan aneka satwa kayak siang hari. Maklum deh, binatangnya pada bobo. Tapi yang bikin seru memang suasana hutannya dimalam hari. Saran saya kalo ke sana pake sweater or jaket. Trus buat anak-anak bawa kaos kaki dan pake celana panjang.