Dulu, setelah saya baru melahirkan, hampir setiap hari saya dibawakan makanan. Saya yang merasa 'tidak enak' dibawakan makanan sering berujar tidak usah repot-repot. Tapi tetap saja makanan itu tidak berhenti mengalir. Alhamdulillah. Momennya memang pas, dimana pagi-pagi merasa kelaparan karena menyusui semalaman, makanan yang siap santap memang yang paling dibutuhkan pada saat itu.
Sesekali saya membalas mengirim makanan juga. Tapi apa sih yang bisa saya antar, saya kan 'kurang bisa' masak, dibanding dia yang pengalamannya lebih banyak. Makanya kalau habis pulang dari bepergian jauh, saya selalu membawakan oleh-oleh untuknya. Lumayan lah, mengurangi rasa 'tidak enak' tadi. Tapi semakin sering saya bawakan oleh-oleh, makin sering juga dia mengantarkan makanan. Hufft... yang tadinya saya merasa 'tidak enak' kok malah jadi 'keenakan'.
Sampai tadi pagi, kebiasaan antar-mengantar makanan masih berlanjut. Alhamdulilah, cuma itu yang bisa saya ucapkan. Semoga itu bisa jadi ladang amal buatnya dan yang pasti jadi bikin perut kenyang buat saya dan keluarga. Alhamdulillah...
Sesekali saya membalas mengirim makanan juga. Tapi apa sih yang bisa saya antar, saya kan 'kurang bisa' masak, dibanding dia yang pengalamannya lebih banyak. Makanya kalau habis pulang dari bepergian jauh, saya selalu membawakan oleh-oleh untuknya. Lumayan lah, mengurangi rasa 'tidak enak' tadi. Tapi semakin sering saya bawakan oleh-oleh, makin sering juga dia mengantarkan makanan. Hufft... yang tadinya saya merasa 'tidak enak' kok malah jadi 'keenakan'.
Sampai tadi pagi, kebiasaan antar-mengantar makanan masih berlanjut. Alhamdulilah, cuma itu yang bisa saya ucapkan. Semoga itu bisa jadi ladang amal buatnya dan yang pasti jadi bikin perut kenyang buat saya dan keluarga. Alhamdulillah...
No comments:
Post a Comment